Minggu, 21 Agustus 2011 0 komentar By: IMMPPG-Jakarta

OYONG, sayuran super anti DIABETES

Meskipun punya khasiat hebat, namun karena penampilan dan rasa oyong bisa dibilang sayur kelas dua. Jarang dilirik, jarang dimasak. Paling banter, oyong kerap disajikan sebagai sayur bening. Padahal jika Anda tahu manfaatnya, WOW.. Cukup menakjubkan. Khususnya bagi penderita DIABETES.

Melalui berbagai penelitian, diketahui khasiat oyong muncul dari bijinya yang umumnya juga dikonsumsi bersama daging buah oyong. Didalam bijinya diketahui terdapat zat bernama cucurbitacin yang memiliki peran menurunkan gula darah. Tentu saja harus dikonsumsi secara rutin untuk memperoleh manfaatnya.

Di Indonesia, pemanfaatan oyong sebagai penurun gula darah konon sudah berlangsung lama pada masyarakat Sunda. Sebelum pergi haji, umumnya mereka mengonsumsi 2 buah oyong setiap hari selama 2 minggu sebelum pemeriksaan gula darah. Tujuannya tentu saja untuk menurunkan kadar gula darah agar tes kesehatan berlangsung lancar.

Nah, jika secara empiris dan ilmiah khasiat buah oyong sudah terbukti, tentu tak ada lagi alasan untuk menunda konsumsi buah oyong. Selalu sajikan sayur ini dalam menu sehari-hari untuk memperoleh manfaatnya, khususnya bagi penderita diabetes atau yang BERISIKO DIABETES.

Selain bermanfaat untuk penderita diabetes, sayur yang kerap disebut gambas ini juga punya manfaat lain jika dikonsumdi teratur, misalnya radang tenggorokan, melancarkan pencernaan, dan melancarkan ASI bagi ibu menyusui.
Oyong memiliki beberapa kandungan diantaranya saponin triterpen, luffein, citruline, dan cucurbitacin. Beberapa kandungan seperti saponin, lendir, lemak, protein, vitamin B, dan vitamin C berasal dari getahnya. Jadi sebaiknya cukup mengupasnya, lalu cici bersih, dan dipotong-potong untuk dimasak agar kandungan getah didalamnya tak luruh saat dicuci.

Nah, tunggu apa lagi? Yuk, nikmati oyong untuk menu sehari-hari keluarga tercinta :D


Senin, 18 Juli 2011 1 komentar By: IMMPPG-Jakarta

7 hal berbahaya yang sering diabaikan

1. BEKAS BOTOL MINUMAN

Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT , etc) dan menaruhnya di mobil atau di kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastik botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di botol2 ini mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan memakai botol plastik.


2. PENGGEMAR SATE

Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate.


3. UDANG DAN VITAMIN C


Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam.


4. MIE INSTAN

Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa mi instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mie instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi mi instan setiap hari . Akhirnya dia menderita kanker.

Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut.


5. BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN

Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai ‘pelindung ‘ makanan.

Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan .

Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya.


6. KERTAS
Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia , timbal masuk melalui saluran pernapasan atau tangan kita. pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain, seperti: ginjal , hati, otak, saraf dan tulang.

Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) and paralysis (kelumpuhan) . Keracunan yang terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan Koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbale makanan tsb.

Sebagai usaha pencegahan , taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.


7. STYROFOAM

Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, lebih aman, serta ringan.

Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan.